Sarjana Ilmu Komunikasi UNS Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Topik liputan politik, hukum, pendidikan, sosial, seni budaya dan isu lingkungan.
MADIUN – Produktivitas hasil pertanian tanaman pangan di Kabupaten Madiun terus digenjot demi mempertahankan status daerah lumbung pangan Jawa Timur bagian barat.
Pemerintah Kabupaten Madiun (Pemkab Madiun) berharap petani milenial bisa menjadi ujung tombak ketahanan pangan dan mengoptimalkan produksi hasil pertanian.
“Posisi kita menurun dari urutan 5 menjadi 7 di Jatim. Mungkin daerah lain produktivitas naik, sementara di sini landai-landai saja,” ungkap Bupati Madiun H Hari Wuryanto usai membuka sarasehan Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 di Pendapa Muda Graha, Selasa (13/10/2026).
Untuk mendongkrak posisi tersebut, lanjutnya, berbagai upaya perlu dilakukan. Salah satunya memberdayakan dan memperkuat peran petani milenial. Salah satu kendala yang dihadapi adalah permodalan.
“Pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan agar mereka memiliki kemampuan dan semangat untuk mengembangkan usaha,” ujar Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun.
Petani milenial diharapkan bisa mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian melalui inovasi, teknologi dan kolaborasi. Sehingga produktivitas padi yang saat ini rata-rata 6,8–7,2 ton per hektare bisa naik menjadi 9–10 ton per hektare.
“Semua unsur harus bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas. Baik petani, penyuluh, kelompok tani dan distributor,” tegas Hari Wur.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber