BANYUWANGI, KOMPAS.com – Bunga kenanga dan bunga kantil menjadi bagian dari Kembang Dermo, simbol yang menyimpan filosofi kehidupan dalam tradisi Seblang Olehsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

Rangkaian bunga yang disusun pada sebilah bambu ini mengandung pesan tentang penghormatan kepada leluhur, ketulusan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Pertunjukan tari kolosal yang menjadi salah satu icon budaya Banyuwangi ini akan digelar di Pantai Boom Marina pada Sabtu (24/10/2026).

Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis menjelaskan, Kembang Dermo memiliki kemiripan makna dengan ungkapan Mung Sak Dermo.

Filosofi ini mengajarkan manusia untuk menjalankan kewajiban dengan tulus, tanpa berlebihan dalam mengejar ambisi atau memaksakan kehendak.

“Kembang Dermo memiliki kemiripan makna dengan filosofi ‘Mung Sak Dermo’. Ungkapan tradisional masyarakat Jawa dan Using ini menyiratkan arti sekadar kewajiban, sikap pasrah kepada Sang Pencipta, atau sebatas menjalankan peran kemanusiaan tanpa beban yang berlebihan,” jelas Joko.

Empat kuntum kenanga dimaknai sebagai pengingat untuk mengenang jasa para leluhur yang telah membuka wilayah, merintis kehidupan masyarakat, dan mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, satu kuntum bunga kantil dikaitkan dengan istilah nginthil yang berarti mengikuti atau menyertai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *