:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/TATAP-EVENT-INETRNASIONAL-Builder-otomotif-Ajies-Sabara-mengenakan-topi-memaparkan.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Bagi para pecinta motor, tampaknya wajib untuk mengintip kerennya motor Pelor Angin Bangkalan.
Motor ‘Pelor Angin’ Honda CBR 150 R lansiran 2013 asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur tampil mengesankan hingga memenangkan gelar terbaik kategori Free for All pada Kustomfest 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu-Minggu (10-11/10/2026).
Motor balap bergaya jadul atau boardtracker itu menyisihkan puluhan peserta yang 80 persen merupakan Harley Davidson.
Sepulang dari kustom bike show, Motor ‘Pelor Angin’ karya builder (pembuat kustom) motor, Ajies Sabara, warga Bangkalan itu dipajang di pinggir jalur masuk Warung Bebek Sinjay, Jalan Raya Ketengan, Kelurahan Tunjung, Kabupaten Burneh, Bangkalan.
“Beberapa bulan sebelum kustomfest digelar, saya melihat ada prospek namun terbelit kendala pendanaan untuk melanjutkan proses building motor itu. Karena event nya sudah dekat, saya minta gaspol, kami dukung pendanaan,” ungkap pemilik Warung Sinjay, H Muhaimin (Haji Imin) kepada Tribun Madura, Rabu (14/10/2026).
Kustomfest merupakan festival budaya kustom motor terbesar di Indonesia yang digelar setiap tahun, sebagai wadah apresiasi kompetisi bagi para builder, seniman, komunitas otomotif, serta pelaku industri kreatif lokal maupun internasional.
Pantauan dari dekat, tampilan motor Pelor Angin memang sangat mengesankan dengan tampilan aliran kustom motor balap era tahun 1910-1920 di Amerika Serikat yang dulu dipacu di lintasan balap terbuat dari papan kayu.
Seluruh bagian metal atau besi Motor Pelor Angin menggunakan logam kronium berbahan baja. Kecuali pada bagian tangki kapasitas 1 liter yang dibalur dengan kayu, bagian jok dipertegas dengan sadel sepeda pancal jadul yang masih dilengkapi dengan logam per.
Haji Imin mengaku, dirinya memang pribadi yang sangat menyukai dunia otomotif. Ia merasa terpanggil setelah mengetahui bahwa builder motor karya Ajies Sabara mengalami masalah finansial untuk mengikuti kejuaraan nasional Kustomfest 2026 di JEC Yogyakarta.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber