Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, dapat beroperasi selama 24 jam untuk membuka peluang usaha bagi pedagang lama maupun pedagang baru.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan saat ini pemerintah daerah mulai menyosialisasikan rencana pengoperasian pasar kepada pedagang yang selama ini menempati tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).

“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara),” kata Bupati di Kediri, Rabu.

Ia menjelaskan, pengoperasian pasar akan dibagi menjadi tiga giliran, yakni sore hingga malam untuk pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur, serta pagi hingga siang untuk pedagang los dan kios.

Pola operasional tersebut diharapkan memberi ruang bagi pedagang lama sekaligus membuka kesempatan bagi pedagang baru untuk menjalankan usaha. Pasar itu juga dilengkapi area food court yang disiapkan untuk menampung penjual kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri.

“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan),” ujar Mas Dhito, sapaan akrabnya.

Menurut dia, operasional selama 24 jam diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pada malam hari melalui kegiatan perdagangan kuliner. Area halaman pasar yang luas juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pengunjung.

Pemkab Kediri juga merencanakan perbaikan area pedestrian di depan pasar pada 2027. Penataan tersebut ditujukan agar aktivitas perdagangan terpusat di dalam pasar dan tidak lagi menggunakan area depan bangunan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *