SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Negeri 2 Taman berhasil mencetak prestasi yang sangat membanggakan, melalui puluhan inovasi karya siswa dengan pendampingan guru-gurunya berhasil berhasil mendapatkan Apresiasi Kontributor Inovasi Kabupaten Sidoarjo 2026.

Prosesi penyerahaan penghargan dan sertifikat HKI dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH M.Kn kepada Kepala SMP Negeri 2 Taman Aris Effendi, S.Pd pada (15/10/2026) pagi di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Usai menerima penghargaan, Aris Effendi menuturkan kalau salah satu karya siswa itu berhasil masuk ke dalam nominasi enam besar di tingkat Provinsi Jawa Timur.  Ada beberapa inovasi unggulan yang dikembangkan tersebut, salah satunya diberi nama Sigamatis Berbasis Sembat (Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Sensor Kelembapan Tanah). 

​Ia menjelaskan bahwa strategi penerapan inovasi di sekolahnya menggunakan prinsip satu kelas, satu inovasi. Kami juga telah menyiapkan tim pembimbing khusus yang terdiri dari guru-guru mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, serta tim pendukung lainnya.

​Keunggulan Teknologi ‘Sigamatis Bersekat’ Inovasi yang dibuat oleh para siswa ini berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Cara kerjanya terbagi menjadi beberapa mekanisme penting.

​Yakni melalui sensor kelembapan tanah.  Alat sensor yang diletakkan di dalam taman atau area tanaman akan membaca tingkat kelembapan tanah terendah maupun tertinggi. “Ketika tingkat kelembapan tanah mencapai batas terendah, sistem akan memberikan informasi melalui IoT, dan otomatis menyalakan pompa air,” jelasnya.

Sebaliknya, saat kelembapan berada di tingkat tertinggi, sistem memberikan sinyal untuk mematikan pompa air. “Inovasi ini tidak hanya bergantung pada tenaga listrik konvensional, inovasi ini juga dihubungkan menggunakan panel surya yang diaplikasikan pada dua perangkat berbeda, yaitu di area greenhouse dan di taman sekolah,” jelas Pak Aris_sapaan akrabnya.

​Ia terangkan, dari total sekitar 33 inovasi kelas yang dikirimkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 21 inovasi berhasil dikirimkan hingga batas akhir pengiriman. Hasilnya, empat karya inovasi siswa berhasil masuk dalam tahap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan diuji langsung.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *