
Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, aman saat terjadi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kabupaten ini dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi BBM di Jember aman, karena suplai dari Pertamina baik dari Depo Banyuwangi maupun Surabaya melebihi kebutuhan BBM setiap hari,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Perdagangan Jember Sartini saat ditemui di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Kamis.
Data dari Pertamina Patra Niaga mencatat suplai BBM subsidi di Jember untuk jenis pertalite pada Selasa (13/10) sebanyak 600 kiloliter (kl), sedangkan kebutuhannya sebesar 570 kl. Kemudian pada Rabu (14/10) pengiriman pertalite ke sejumlah SPBU Jember mencapai 744 kl, sedangkan kebutuhannya sebesar 570 kl.
“Suplai BBM dari Pertamina ke Jember melebihi kebutuhan, sehingga kami pastikan stok BBM dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami imbau masyarakat tidak perlu membeli BBM secara berlebihan atau panic buying,” katanya lagi.
Ia menjelaskan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Jember terjadi karena pengiriman BBM dari Depo Banyuwangi menuju ke Jember memerlukan waktu sekitar 7-8 jam, dan beralihnya pengguna BBM nonsubsidi jenis pertamax atau pertamax turbo ke pertalite, sehingga BBM di SPBU cepat habis.
“Kondisi geopolitik global menekan rantai pasok dan menyebabkan harga minyak dunia naik, sehingga hal itu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pasokan BBM di Indonesia,” katanya lagi.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan bahwa perubahan pola penyesuaian distribusi berdampak pada antrean panjang masyarakat yang membeli bahan BBM di sejumlah SPBU di beberapa daerah.
“Kami terus memantau pelayanan SPBU di Jember dan beberapa wilayah lainnya. Pemantauan pasokan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan operasional, serta kondisi distribusi di lapangan,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber