Lamongan (beritajatim.com) – Program Ayam Komersial Lamongan untuk Stunting (Klunting) menjadi salah satu senjata Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamongan, untuk dapat menekan angka stunting sampai ke 4,06 persen.

Program yang digagas bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini, menyasar keluarga kurang mampu yang memiliki balita stunting, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi.

Penerima manfaat mendapat bantuan 20 ekor ayam petelur, kandang, serta pakan untuk lima bulan. Melalui bantuan tersebut, keluarga memiliki akses lebih mudah terhadap sumber protein hewani dari telur.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, program Klunting juga membuka peluang bagi keluarga untuk mengembangkan usaha produktif.

Keberhasilan program ini dapat dilihat dari capaian penurunan prevalensi stunting di Lamongan. Angkanya turun dari 27,5 persen pada 2022 menjadi 6,9 persen pada 2024, kemudian kembali menurun hingga 4,06 persen pada 2025.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengapresiasi kontribusi kader PKK yang turut mendukung program prioritas pemerintah daerah, termasuk penanganan stunting dan penguatan kualitas keluarga.

“Terima kasih kepada seluruh kader PKK yang telah mendukung program prioritas Lamongan, mulai dari upaya penurunan stunting, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kapasitas keluarga,” kata Yuhronur, saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Sport Center Lamongan, Kamis (15/10/2026).

Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga membutuhkan penguatan kualitas keluarga.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *