
Kediri, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zulhas memeriksa ketersediaan barang bersubsidi sekaligus fasilitas koperasi yang disiapkan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Sejumlah barang yang diperiksa meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, dan minyak goreng. Zulhas juga mencoba sejumlah kendaraan yang menjadi fasilitas KDMP, yakni becak motor, mobil, dan truk.
Zulhas mengatakan, pembangunan gedung KDMP beserta isi dan fasilitasnya dapat mencapai Rp 3 miliar. Koperasi tersebut diharapkan mendekatkan akses masyarakat terhadap program pemerintah, termasuk bantuan pangan dan bantuan sosial, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga.
“KDMP ini nantinya untuk menyalurkan seluruh bantuan bersubsidi pemerintah. Mulai PKH, bantuan pangan, bantuan gas, pupuk, alsintan, pinjam kurs, segala macam yang disubsidi di sini. Untuk kur saja Pemerintah mempersiapkan Rp 300 triliun, pupuk Rp 44 triliun, bantuan pangan kira-kira Rp 35 triliun, dan PKH sekitar Rp 90 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kediri, Kamis (15/10/2026).
Zulhas menambahkan, pemerintah telah menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah untuk memeriksa ketersediaan barang bersubsidi di KDMP. Pemeriksaan itu juga melibatkan unsur TNI dan Polri agar barang yang dibutuhkan masyarakat dapat tersedia.
“Target kita petugas mampu mengecek 10.070 KDMP selama 8 hari, untuk memastikan barang-barang subsidi tersedia di KDMP. Kita telah membuat surat kepada Pangdam, Kapolda, Gubernur, Bupati dan Walikota untuk turun dan mengecek. Dengan tujuan jika ada pupuk subsidi, atau gas subsidi yang kosong langsung bisa diisi atau dilengkapi,” tambahnya.
Di sisi lain, pengelola KDMP Desa Sonorejo, Niswatul Hikmah, mengakui transaksi warga di koperasi tersebut masih minim. Menurut dia, kondisi ini antara lain dipengaruhi belum banyaknya warga yang mengetahui fungsi KDMP serta belum lengkapnya barang kebutuhan yang tersedia.
“Barang yang sudah ada di KDMP ini beras, minyak, gula, gas elpiji, pupuk subsidi dan UMKM, yang harganya lebih murah dibandingkan dengan di pasaran. Antusias warga juga masih minim, dengan omzet per hari hanya Rp150.000,” ujar Niswatul Hikmah, pengelola KDMP Desa Sonorejo.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber