Bojonegoro (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mempermudah akses petani dengan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) total sepanjang 27,5 kilometer pada 2026 di wilayah setempat.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, di Bojonegoro, Kamis mengatakan bahwa total JUT membutuhkan total anggaran sekitar Rp38,3 miliar, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Pembangunan JUT untuk mempermudah akses petani menuju lahan pertanian, mendukung mobilitas sarana produksi dan pengangkutan hasil pertanian,” kata Zaenal.

Zaenal menjelaskan, saat ini sejumlah pembangunan JUT sudah ada yang selesai dibangun. Namun, ada juga yang masih dalam tahap konstruksi, tetapi ditargetkan rampung pada 2026.

Pengerjaan pembangunan JUT dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan petani, sekaligus harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kelompok tani mengajukan usulan dengan membuat proposal dan lokasinya harus sesuai persyaratan, termasuk lahannya tidak ada masalah,” jelasnya.

Kepastian status lahan, lanjut Zaenal, menjadi aspek penting sebelum pembangunan JUT, bila dibangun di atas lahan milik pribadi, pemilik lahan harus bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan JUT tersebut.

“Selain kelayakan lokasi, pemerintah memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang untuk menunjang aktivitas pertanian,” terangnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *