JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA – Pasca penggerebekan kawasan Jalan Kunti oleh petugas gabungan Polda Jawa Timur, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya

SURABAYA – Komisi A DPRD Kota Surabaya mempertanyakan rencana penambahan anggaran program pemberdayaan generasi muda (Gen Z) dalam RAPBD 2027. Pasalnya, penyerapan anggaran program serupa di sejumlah kecamatan hingga Oktober 2026 masih rendah.

Sorotan tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan Raperda APBD 2027 di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (14/10/2026). Dewan menilai, sebelum mengusulkan tambahan anggaran, pemerintah kota perlu mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program yang sudah berjalan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselanno, mengatakan rendahnya penyerapan anggaran tidak lepas dari kendala teknis di tingkat wilayah. Sejumlah kelompok anak muda dinilai masih kesulitan membentuk komunitas, menyusun proposal kegiatan, hingga memulai usaha secara mandiri.

“Jika serapan 2026 belum terserap secara optimal, lebih baik tidak mengajukan penambahan anggaran. Anggaran yang ada bisa dipakai untuk kebutuhan kota lain yang lebih mendesak,” kata Rio, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rio, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar anggaran pemberdayaan pemuda benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Penambahan dana tanpa diikuti kesiapan pelaksanaan dikhawatirkan tidak menyelesaikan kendala yang selama ini terjadi.

Ia menyarankan kecamatan atau kelurahan dengan tingkat penyerapan rendah melakukan studi tiru ke wilayah yang telah berhasil menjalankan program pemberdayaan pemuda.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *