Jawa Timur memiliki beragam tradisi dan upacara adat yang diwariskan secara turun temurun. Setiap tradisi menyimpan makna tersendiri, mulai dari ungkapan rasa syukur atas hasil panen, penghormatan kepada leluhur, hingga doa untuk keselamatan masyarakat.

Selain Reog Ponorogo dan Karapan Sapi yang sudah cukup dikenal, ada sejumlah tradisi lain yang tak kalah menarik untuk diketahui. Tradisi-tradisi tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Setiap daerah di Jawa Timur memiliki tradisi khas dengan nama, prosesi, dan keunikan masing-masing. Beberapa di antaranya mungkin belum banyak dikenal, meski masih dilaksanakan oleh masyarakat setempat hingga kini.

Tari Seblang Olehsari merupakan ritual adat masyarakat Osing di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. Tradisi ini berkaitan dengan bersih desa dan tolak bala atau harapan agar masyarakat terhindar dari marabahaya.

Pelaksanaan Tari Seblang Olehsari dilakukan pada waktu khusus setelah Hari Raya Idul Fitri selama tujuh hari berturut-turut. Penari Seblang dipilih oleh seseorang yang dikenal sebagai pawang.

Dalam prosesi tersebut, penari menari dengan mata terpejam mengikuti iringan gending. Penari juga melemparkan selendang ke arah penonton. Penonton yang terkena lemparan selendang kemudian diajak menari bersama.

Larung Sembonyo merupakan tradisi sedekah laut yang dilakukan masyarakat pesisir, khususnya di kawasan Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur nelayan atas hasil laut sekaligus penghormatan kepada leluhur yang dipercaya telah membuka wilayah tersebut.

Masyarakat juga menggelar upacara ini untuk memohon keselamatan ketika melaut. Prosesi Larung Sembonyo diawali dengan mempersiapkan ubo rampe atau perlengkapan upacara.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *