Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional

SIDOARJO – Sebanyak 600 penari memeriahkan Festival Munali Patah 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Festival yang mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Menyatukan Generasi” ini menjadi salah satu upaya melestarikan Tari Remo Munali Patah sebagai warisan seni budaya Sidoarjo.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dan Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo tersebut melibatkan ratusan penari untuk menampilkan Tari Remo Munali Patah.

Festival ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan tari tradisional kepada generasi muda.

Ryan, pemilik Sanggar Tari Biang Agung, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari sekitar 600 penari yang turut memeriahkan festival tersebut.

Keikutsertaan sanggarnya dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisional, khususnya Tari Remo Munali Patah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Ryan, kegiatan seperti Festival Munali Patah penting untuk memberikan ruang bagi para penari sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional.

“Melalui festival ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal Tari Remo Munali Patah dan ikut menjaga keberadaannya agar tidak tergerus perkembangan zaman,” Kata Ryan, Minggu (18/10/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *