
JEMBER, KOMPAS.TV – Ratusan nelayan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa tidak melaut karena kelangkaan BBM jenis Pertalite. Tamin, nelayan di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, mengatakan kelangkaan bahan bakar tersebut sudah terjadi sekitar sepekan belakangan.
Tamin menyatakan BBM jenis Pertalite dibutuhkan nelayan untuk bahan bakar mesin penerangan. Menurutnya, tanpa Pertalite, para nelayan tidak bisa menghidupkan mesin penerangan guna mengumpulkan ikan pada malam hari.
“Ada semingguan (Pertalite langka). Kalau ndak Pertalite ndak kerja. Ya untuk cari ikan,” kata Tamin dalam siaran KompasTV, Minggu (18/10/2026).
“Kalau nggak ada bensinnya, Pertalite-nya, ikannya tidak ngumpul. Karena lampunya nggak murup (hidup).”
Selain Pertalite, nelayan juga dilaporkan kesulitan mendapatkan solar sebagai bahan bakar mesin perahu.
Nelayan di Kabupaten Jember pun berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar para nelayan bisa kembali melaut. Para nelayan meminta kebijakan khusus untuk mempermudah akses pembelian Pertalite.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan pasokan BBM secara nasional aman di rentang 16-18 hari.
Meskipun demikian, Bahlil menyatakan saat ini terdapat lonjakan permintaan BBM bersubsidi. Masyarakat tadinya mengonsumsi BBM RON 92 dan 95 beralih ke RON 90 karena kenaikan harga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber