TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Kondisi Sungai Gogor di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah pemantauan lingkungan yang melibatkan puluhan pelajar menemukan partikel mikroplastik dan kadar fosfat yang melampaui nilai acuan pengukuran.

Temuan awal ini menyoroti pentingnya pengawasan kualitas air, terutama karena sungai tersebut berada di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Dalam pemantauan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026), tim menemukan 20 partikel mikroplastik dalam sampel air Sungai Gogor. Sementara itu, hasil pengukuran fosfat menunjukkan angka 0,8 ppm atau empat kali lipat dari nilai acuan 0,2 ppm yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

Pemantauan dilakukan oleh lebih dari 50 pelajar dari Polisi Air Wonosalam dan SCOUTNEMA SMAN 1 Mojoagung bersama Mobil Laboratorium Mikroplastik MIMO (Mission for Zero Plastic Leakage) ECOTON. Kegiatan ini menjadi kunjungan pertama mobil laboratorium tersebut ke Wonosalam.

Berlangsung di sekitar Kedai Tanah Senja, kegiatan tidak hanya diisi dengan edukasi mengenai pencemaran lingkungan. Para pelajar juga terlibat langsung dalam pengambilan sampel air, pengamatan menggunakan mikroskop, serta pemeriksaan sejumlah indikator untuk mengenali kondisi ekosistem sungai.

Pengamatan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni identifikasi mikroplastik, pengukuran fosfat, dan pemantauan makrozoobentos atau hewan tidak bertulang belakang yang hidup di perairan.

Ketiga pendekatan tersebut memberikan gambaran awal mengenai keberadaan partikel plastik, kandungan zat terlarut, dan organisme yang hidup di lingkungan sungai.

Kelompok mikroplastik yang dipimpin Muhammad Rajua Surya Sastro Saputra dan Defi Eka Maulita, siswa kelas XII SMAN 1 Mojoagung, menemukan 20 partikel dari sampel air yang diperiksa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *