TRIBUNNEWS.COM – Perjalanan mendukung tim kesayangan yang semula dipenuhi semangat solidaritas berubah menjadi duka mendalam bagi rombongan suporter PSS Sleman.

Kecelakaan maut yang melibatkan minibus Toyota HiAce pengangkut suporter PSS Sleman dan truk pengangkut bibit kelapa terjadi di Tol Madiun-Surabaya, tepatnya di KM 616, Desa Majuyan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Minggu (18/10/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan empat penumpang minibus meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan empat lainnya menderita luka ringan.

Seluruh korban kemudian dilarikan ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani proses identifikasi.

Di balik tragedi tersebut, tersimpan kisah pilu Naufal Nur Eka, salah satu korban selamat yang harus kehilangan teman sekelasnya dalam kecelakaan itu.

Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) jurusan Teknik Elektro tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik kecelakaan karena sedang tertidur di dalam kendaraan.

“Enggak tahu ya Mas, tidur soalnya. Tadi saya duduk di kursi nomor paling belakang tengah. Saat itu tidur, terus tiba-tiba sudah (kecelakaan),” ujar Naufal dalam wawancara program Saksi Kata yang tayang di YouTube TribunJatim Official.

Rombongan suporter tersebut bertolak dari Yogyakarta pada dini hari menuju Surabaya untuk mendukung PSS Sleman dalam laga tandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *