
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut, anak berhadapan dengan hukum (ABH) terlibat kekerasan terhadap anak down syndrome hingga meninggal, menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSD Prof. dr. Moeljono, Menur, Surabaya.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, setelah pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit untuk proses hukum di Polrestabes Surabaya, Pemkot akan menindaklanjuti dengan pendampingan.
“Maka kita lakukan dulu apakah kejiwaannya ada gangguan atau tidak atau seperti apa. Ini yang masih dalam proses pemeriksaan di Polrestabes. Nanti setelah itulah baru kita akan tindak lanjuti tetapi yang pasti kita lakukan pendampingan. Tapi yang kedua saya berharap betul ini,” bebernya pada Senin. (19/10/2026).
Ia berharap kejadian ini jadi evaluasi semua orang tua untuk lebih mendekatkan diri ke anak.
Sementara itu, Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut, selain mendampingi keluarga korban Z (10 tahun), pihaknya juga melakukan penjangkauan terhadap dua anak yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.
PT RADIO FISKARIA JAYA SUARA SURABAYA, Suara Surabaya Media www.suarasurabaya.net adalah portal berita yang berdiri sejak tahun 1999, bagian dari Suara Surabaya Media yang lahir sejak 11 Juni 1983
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber