:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/SEKOLAH-RAKYAT-Siswa-baru-270-siswa-di-gedung-permanen-dan-100-siswa-di-lokasi-sementara.jpg)
SURYA.co.id, JOMBANG – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah menampung 370 siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
Namun, di tengah upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, akademisi mengingatkan pentingnya kepastian beasiswa kuliah, transparansi akreditasi, dan pemberdayaan ekonomi keluarga agar manfaat program berkelanjutan.
Catatan tersebut disampaikan akademisi Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Najihul Huda, menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.
Menurut Huda, Sekolah Rakyat merupakan langkah positif untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh akses pendidikan.
Meski demikian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah siswa maupun ketersediaan fasilitas sekolah.
Pemerintah juga perlu memastikan para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta memperoleh kesempatan memperbaiki kondisi sosial ekonomi keluarganya.
“Sebagai akademisi, saya mengapresiasi niat baik pemerintah melalui program Sekolah Rakyat. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini paling rentan putus sekolah. Kehadirannya di Jombang patut kita sambut, dan kita kawal bersama,” ucap Huda kepada SURYA.co.id, Senin (19/10/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Huda adalah kepastian akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat, terutama siswa SMA yang akan menyelesaikan pendidikan pada 2028.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber