Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut tidak ada aktivitas kegempaan yang terdeteksi di sekitar Gunung Pandan, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Kalau berdasarkan tupoksi kami di BMKG, tidak ada aktivitas kegempaan yang terjadi di sekitar Gunung Pandan,” katanya pada Senin (19/10), dikutip dari Detikcom.

Menurut Setiyaris, asal suara dentuman tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut karena banyak hal yang bisa jadi penyebabnya.

“Secara teori memang salah satu kemungkinan dentuman misterius yang terdengar di suatu wilayah adalah gelombang akustik akibat aktivitas tektonik atau vulkanik. Secara sederhana, pelepasan energi di dalam bumi dapat menghasilkan getaran yang merambat melalui batuan dan, dalam kondisi tertentu, memicu gelombang tekanan di udara,” jelasnya.

Setiyaris mengatakan gelombang suara atau infrasonik tersebut dapat merambat jauh, mengalami pembiasan dan pemantulan oleh lapisan atmosfer, sehingga terdengar di lokasi yang jauh dari sumbernya.

“Namun, tidak semua dentuman berasal dari aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, petir, aktivitas manusia, maupun gelombang kejut juga dapat menimbulkan suara serupa. Untuk memastikan sumbernya, diperlukan korelasi data seismik, infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan di lapangan,” tutur Setiyaris.

Sebelumnya, suara dentuman keras yang terdengar di sekitar Gunung Pandan, wilayah perbatasan Bojonegoro dan Madiun, menarik perhatian warga.

Sejumlah warga daerah tersebut mengaku mendengar suara dentuman pada Minggu (18/12026) petang. Fenomena ini lantas ramai dibicarakan di media sosial.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *