SUMENEP, KOMPAS.com – Sebanyak 60 kuda berlenggak-lenggok di ruas jalan nasional di wilayah Kota Sumenep, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).

Dengan iringan musik saronen, puluhan kuda berjalan sambil bergoyang ke kiri dan kanan, mengikuti irama musik tradisional Madura tersebut.

Atraksi itu merupakan Festival Jaran Serek 2026 yang digelar Paguyuban Pandhiga Sumenep. Festival dimulai dari GOR A. Yani dan berakhir di Labang Mesem Keraton Sumenep.

Sepanjang perjalanan, perhatian warga tertuju pada gerakan kuda dan pawang yang menari mengikuti tabuhan saronen. Warga tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan festival budaya tersebut.

Ketua pelaksana, Rofik Nur Alif, mengatakan festival diikuti 60 jaran serek yang tergabung dalam Paguyuban Pandhiga.

Menurut dia, festival digelar untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kesenian khas Sumenep kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Dilaksanakannya jaran serek ini untuk memberitahu bahwa kita punya kesenian jaran serek,” kata Rofik di Sumenep.

Dia menegaskan, jaran serek merupakan budaya asli peninggalan Kabupaten Sumenep dan berbeda dengan kesenian kuda lainnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *