
Jawa Timur memiliki beragam bahasa daerah yang digunakan masyarakat di berbagai wilayah. Mengacu pada laman resmi Peta Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat tiga bahasa yang tercatat di provinsi ini, yakni bahasa Jawa, Madura, dan Bajo.
Ketiga bahasa tersebut memiliki wilayah persebaran dan karakteristik masing-masing. Bahasa Jawa memiliki sejumlah dialek, bahasa Madura dituturkan hingga wilayah daratan Jawa Timur, sedangkan bahasa Bajo digunakan masyarakat di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Keragaman bahasa daerah tersebut menjadi bagian dari kekayaan bahasa di Indonesia. Terlebih, setiap Oktober masyarakat memperingati Bulan Bahasa dan Sastra untuk merayakan bahasa Indonesia sekaligus mengenang semangat Sumpah Pemuda.
Momentum Bulan Bahasa juga menjadi pengingat pentingnya mengenal dan menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat. Lantas, bagaimana persebaran ketiga bahasa daerah di Jawa Timur dan apa saja ragam dialek yang menjadi ciri khasnya?
Penetapan Oktober sebagai Bulan Bahasa berkaitan erat dengan peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dalam peristiwa bersejarah tersebut, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatakan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
Ikrar ketiga dalam naskah Sumpah Pemuda berbunyi: “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoeng-djoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”
Semangat tersebut kemudian menjadi landasan penyelenggaraan Bulan Bahasa. Berdasarkan informasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra diselenggarakan setiap Oktober sejak 1980 sebagai bagian dari peringatan Sumpah Pemuda.
Jawa Timur memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya dan sejarah yang beragam. Kondisi geografisnya, mulai dari kawasan perkotaan, pegunungan, pesisir, hingga kepulauan, turut membentuk keragaman bahasa dan dialek yang digunakan masyarakatnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber