
Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, Kabupaten Jember berhasil menorehkan sejarah baru dengan keluar dari jajaran dua besar wilayah bertingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Capaian tersebut tercatat resmi dalam potret indikator pembangunan 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jember.
Bupati Fawait menguraikan, penurunan angka kemiskinan secara signifikan ini merupakan buah manis dari perbaikan kinerja lintas sektor di wilayahnya. Dia menyambut baik pergeseran peringkat tersebut setelah bertahun-tahun Jember tertahan di papan atas daerah termiskin secara absolut.
“Alhamdulillah, Jember hari ini sudah on the track. Selama bertahun-tahun kemiskinan kita selalu nomor dua secara absolut di Jawa Timur, dalam sejarahnya hari ini kita sudah on the track ada perbaikan, kita tidak nomor dua lagi, tapi sudah nomor tiga dengan adanya penurunan kemiskinan yang cukup signifikan di Kabupaten Jember,” katanya, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, perubahan positif di era pemerintahannya ini didorong oleh sinergi kuat antara pemerintah dan pihak swasta serta laju investasi yang kian bergeliat. Selain itu, optimalisasi pengeluaran pemerintah melalui APBD dan APBN sepanjang 2025-2026 turut memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah maupun pihak swasta di Jember. Pertumbuhan ekonomi daerah didorong oleh peningkatan signifikan pengeluaran pemerintah serta tren investasi yang semakin positif,” ujarnya.
Tak hanya sektor ekonomi makro, pria yang karib disapa Gus Fawait itu juga menggulirkan berbagai program intervensi sosial langsung seperti UHC gratis, Homecare, hingga beasiswa bagi 11 ribu mahasiswa. Penanganan daya beli masyarakat pun ditopang lewat aksi pasar murah serta program bantuan pangan daerah.
“Berbagai intervensi pasar murah, program Bunga Desaku yang menyediakan paket sembako, serta penyaluran bantuan pangan terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi,” paparnya.
Meskipun persentase kemiskinan Jember kini berada di kisaran 8 persen atau lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jatim, Gus Fawait menegaskan capaian ini baru langkah awal. Pemerintah Kabupaten Jember mematok target agar jumlah warga miskin dapat terus ditekan hingga di bawah 200.000 jiwa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber