Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diĀ Gunung Arjuno-Welirang merusak 10 kilometer jaringan pipa air bersih milik warga tiga desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Laporan penanganan mencatat, kerusakan pipa di Desa Tambaksari mencapai sepanjang 4.000 meter, Desa Jatiarjo sepanjang 3.750 meter, dan Desa Dayurejo sepanjang 2.510 meter.

Akibat kejadian itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut pemenuhan air bersih warga sebagai prioritas penanganan karhutla di kawasan tersebut.

“Kita juga harus menjaga sumber air dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” kata Khofifah dalam keterangannya, Rabu (21/10).

Khofifah menjelaskan pembagian peran antara pemkab dan pemprov. Pemkab Pasuruan, kata dia, sudah memetakan titik pipa yang terdampak dan merencanakan pengeboran sumur.

“Ada ikhtiar yang akan sama-sama kita lakukan, kalau sumur bor nanti Pak Bupati kalau Pemprov karena kita sudah melakukan di banyak tempat,” ujarnya.

“Itu kalau sumbernya ada kita tarik melalui pipa dan sama-sama kita ikhtiarkan, intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi,” tambahnya.

Sementara untuk penanganan jangka pendek, Khofifah menyebut, BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Pasuruan akan terus menyuplai air bersih ke warga.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *