Sidoarjo (beritajatim.com) – Kabupaten Sidoarjo mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 4,38 persen pada Maret 2026. Angka ini mengalami penurunan dari posisi 4,40 persen pada Maret 2025 lalu.

Capaian positif tersebut mengukuhkan posisi Sidoarjo sebagai daerah tingkat kabupaten dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Jawa Timur.

Di tingkat kabupaten se-Jawa Timur, posisi Sidoarjo berada di urutan terbawah angka kemiskinan, disusul Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pasuruan.

Sementara pada level gabungan kabupaten/kota se-Jatim, Sidoarjo menempati peringkat kelima terendah setelah Kota Batu, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Malang. Persentase kemiskinan Sidoarjo ini berada jauh di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 9,06 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa secara jumlah riil, penduduk miskin di Sidoarjo pada Maret 2026 tercatat sebanyak 108.460 jiwa. Angka ini sedikit meningkat dibanding Maret 2025 yang berada di angka 107.570 jiwa, meski secara persentase mengalami penurunan 0,02 persen.

“Kondisi ini diduga terjadi akibat laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan laju penurunan persentase penduduk miskin,” tutur Bagyo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/10/2026).

Bagyo menambahkan, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (Maret 2016–Maret 2026), tren kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo konsisten menurun, di mana jumlah warga miskin berkurang hingga 28.330 jiwa dan persentasenya turun 2,01 poin dari semula 6,39 persen.

Merespons paparan data BPS tersebut, Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.KN., meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat koordinasi agar program intervensi sosial benar-benar tepat sasaran.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *