
Kota Malang, blok-a.com – Seorang perempuan berinisial AS (19) diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan mengiris lengan menggunakan pecahan kaca di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Aksi tersebut berhasil dihentikan anggota Satlantas Polresta Malang Kota.
Peristiwa itu bermula ketika AS mendatangi Aipda Firman, anggota Satlantas yang bertugas di Pos 12.0 Alun-Alun Merdeka. Perempuan asal Turen, Kabupaten Malang, itu mengaku datang ke Kota Malang untuk menenangkan diri karena tengah menghadapi persoalan keluarga.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, mengatakan Aipda Firman sempat mengajak AS berbincang dan memberikan motivasi. Namun, setelah meninggalkan pos, kondisi AS masih menjadi perhatian petugas.
Aipda Firman kemudian memantau AS dari kejauhan. Ia melihat perempuan tersebut duduk sambil menggores-gores tangannya.
Saat didekati, AS diketahui memegang pecahan kaca dan tampak mengiris lengannya sendiri. Aipda Firman segera berupaya menghentikan tindakan tersebut.
Meski AS sempat berontak, petugas berhasil mengambil pecahan kaca dari tangannya. Aipda Firman kemudian meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi personel Pamapta Polresta Malang Kota.
Tiga taruni Latihan Kerja (Latja) Akpol yang berada di lokasi, yakni Azzah Paramadhita, Melysa Frederica Ivana Lubis, dan Nur Asma Yansyah, turut membantu menenangkan AS. Mereka mengajak perempuan tersebut berkomunikasi secara persuasif serta memberikan air putih dan makanan.
Setelah situasi terkendali, polisi menghubungi keluarga AS. Bibinya yang berdomisili di wilayah Kedungkandang kemudian datang ke Pos 12.0 Alun-Alun Merdeka.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber