
Jawa Timur dikenal memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat. Di berbagai daerah, pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam kehidupan sosial, pelestarian tradisi Islam, serta lahirnya tokoh-tokoh ulama.
Tradisi tersebut membuat sejumlah daerah di Jawa Timur lekat dengan julukan Kota Santri. Julukan ini tidak selalu berasal dari penetapan resmi, melainkan berkembang karena sejarah pesantren, peran ulama, dan kuatnya kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
Delapan daerah yang dikenal dengan tradisi pesantrennya antara lain Jombang, Pasuruan, Gresik, Tuban, Kediri, Ponorogo, Situbondo, dan Jember. Masing-masing memiliki sejarah dan ciri khas tersendiri dalam perkembangan pendidikan Islam di Jawa Timur.
Keberadaan pondok pesantren menjadi salah satu ciri penting kehidupan pendidikan Islam di Jawa Timur. Pesantren berkembang di berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga pedesaan.
Lembaga-lembaga ini menyelenggarakan pembelajaran agama melalui beragam pendekatan, mulai dari kajian kitab kuning dan pendidikan salaf hingga sistem pendidikan modern yang menggabungkan pelajaran agama dengan pendidikan formal.
Menurut data Kementerian Agama (Kemenag), Jawa Timur memiliki 4.692 pondok pesantren dengan total 654.404 santri, atau setara dengan 16,93 persen dari jumlah pesantren di Indonesia. Pemprov Jawa Timur menyebut provinsi ini memiliki lebih dari 7.300 pondok pesantren.
Di luar jumlah pesantren, julukan Kota Santri juga berkaitan dengan sejarah dan identitas suatu daerah. Sejumlah pesantren telah berdiri selama puluhan hingga ratusan tahun.
Sementara itu, daerah lain dikenal melalui peran tokoh penyebar Islam, tradisi ziarah, serta jaringan pendidikan pesantren yang menarik santri dari berbagai wilayah. Lantas, daerah mana saja yang dikenal dengan julukan Kota Santri di Jawa Timur?
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber