:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/pria-di-Bangkalan-Madura-penipuan.jpg)
TRIBUNNEWSMAKER.COM – Kasus dugaan penipuan berkedok ajaran spiritual menghebohkan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Seorang pria berinisial FF dilaporkan ke polisi setelah diduga merugikan sejumlah korban hingga Rp1,305 miliar melalui berbagai janji spiritual dan ancaman yang membuat pengikutnya terus menyerahkan uang.
Dalam menjalankan aksinya, FF diduga mengaku sebagai Imam Mahdi. Sementara itu, ayahnya, mendiang Ahmad Subaidi, disebut mengklaim dirinya sebagai Ratu Adil Alaihis Salam.
Para korban mengaku diminta menyerahkan uang dengan berbagai alasan, mulai dari membayar kafarat atau denda keagamaan, memperpanjang umur, menyelamatkan anggota keluarga dari ancaman tertentu, hingga memperoleh jaminan masuk surga.
Salah satu korban bernama Halimi menceritakan pengalamannya saat ditemui di Polres Bangkalan pada Rabu (21/10/2026). Ia mengaku terjebak dalam ajaran tersebut selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menyadari adanya dugaan manipulasi kepercayaan.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena para korban mengaku tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga mendapat tekanan psikologis melalui ancaman yang menyangkut iman, keselamatan keluarga, dan kehidupan setelah kematian.
Menurut penuturan Halimi, keterlibatannya bermula pada 2015 ketika ia berguru kepada seseorang yang dikenal sebagai Gus Yayak. Sosok tersebut merupakan putra Ahmad Subaidi sekaligus kakak dari FF.
Pada awalnya, ajaran yang diterima Halimi disebut masih berkaitan dengan kegiatan keagamaan yang dianggap wajar, seperti mengabdi, menjalankan salat, dan berwirid.
Namun, situasi mulai berubah setelah Gus Yayak meninggal dunia pada 2019. Halimi mengaku kemudian diminta FF untuk menghadap Ahmad Subaidi, yang disebut memperkenalkan diri sebagai Ratu Adil, sedangkan FF mengaku sebagai Imam Mahdi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber