
JATIMNET.COM, Jember – Sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang berlangsung sekitar lima bulan. Sumur-sumur warga mengering, sehingga sebagian terpaksa mandi di sungai atau mencari air hingga ke desa tetangga.
Kondisi tersebut dialami warga RT 001/RW 006 Dusun Kasengan. Sumur dengan kedalaman sekitar tujuh hingga delapan meter tidak lagi menyediakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Muhammad Ferdiansyah, 21, salah seorang warga yang bekerja sebagai petani, mengatakan kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hujan yang jarang turun membuat warga semakin kesulitan memperoleh air.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya memang sering kekeringan, tetapi tidak selama sekarang. Kali ini sudah sekitar lima bulan tidak ada air di sumur,” ujar Ferdi saat ditemui pada Rabu sore, 21 Oktober 2026.
Untuk kebutuhan minum dan memasak, Ferdi meminta air dari sumur tetangga yang masih memiliki sedikit persediaan. Sementara itu, ia terkadang menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci.
“Kalau untuk minum dan memasak, saya biasanya meminta air dari sumur tetangga. Kalau untuk mandi dan mencuci, kadang mengambil dari sungai,” ungkapnya.
Namun, ketika sungai mulai mengering, warga harus mencari sumber air di wilayah lain. Kondisi tersebut membuat mereka tidak bisa sepenuhnya mengandalkan sumber air yang berada di sekitar tempat tinggal.
Ketua RT 001/RW 006 Dusun Kasengan, Suhermanto, mengatakan krisis air bersih telah berlangsung lebih dari lima bulan dan berdampak terhadap sekitar 100 KK di wilayahnya. Ia juga harus memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber