Dua laporan kehilangan sepeda motor diterima Radio Suara Surabaya, Kamis (22/10/2026). Kejadian dilaporkan terjadi di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, salah satunya disertai modus gendam.

Laporan pertama datang dari kawasan Trosobo, Sidoarjo. Pelapor berinisial FA mengaku anaknya inisial R bersama dua temannya jadi korban dugaan pembegalan saat melintas di Jalan Raya Trosobo arah Krian, Rabu (21/10/2026) kemarin, sekitar pukul 23.30 WIB.

Sepeda motor yang dibawa korban yakni Honda Beat warna merah hitam dengan nomor polisi (nopol) L 6679 CBC. Selain motor, tiga telepon seluler milik Reza dan kedua temannya juga dibawa oleh orang tidak dikenal.

Saat itu, ketiganya baru selesai menjenguk teman di rumah sakit dan melintas di kawasan Jatikalang. Dalam perjalanan pulang, mereka dihentikan sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sembilan hingga 11 orang, rata-rata usia sekitar 20 tahun.

Kelompok itu diduga menuduh ketiga pemuda melakukan pencurian, kemudian membawa mereka ke lokasi sepi di wilayah Krian.

FA menyebut anaknya bersama dua temannya mengalami kekerasan fisik. Mereka diduga dipukuli, ditendang, hingga dipaksa melepas pakaian. Kekerasan itu disebut berlangsung sampai menjelang subuh.

Setelah itu, dua pria yang berusia lebih tua datang dan mengaku sebagai anggota polisi. Keduanya disebut meminta identitas serta alamat orang tua korban, lalu membawa sepeda motor, tiga telepon seluler, dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan alasan akan menjadikannya barang bukti di kantor polisi.

FA mengatakan, setelah kelompok itu pergi, ketiga korban mengambil kembali pakaian yang dibuang ke area persawahan dan meminta pertolongan warga sekitar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *