Bondowoso, (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Bondowoso memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan Ngaji Nasionalisme. Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman Universitas Bondowoso (Unibo) pada Kamis (22/10/2026) malam.

Para mahasiswa berasal dari Unibo, Unej Cabang Bondowoso, Universitas At Taqwa, IAI Darul Falah, IAI Togo Ambarsari dan STAI Al Ustamany. Pelaksananya Himpunan Mahasiswa Faktultas Hukum Unibo.

Acara itu diawali dengan pertunjukan 10 puisi bertemakan nasionalisme, percintaan dan sosial. Selanjutnya, diskusi berlangsung antara mahasiswa dengan dua narasumber yakni Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari fraksi PDI Perjuangan, Sinung Sudrajad dan Dosen Fakultas Hukum Unibo, Ahmad Abrori.

Dalam sesi diskusi, beberapa mahasiswa menyoroti program pemerintah pusat yang dianggap kurang efisien dari sisi penggunaan anggaran.

Di sisi lain, hal itu membuat Pemkab dan Pemkot dinilai kelimpungan untuk membangun daerahnya, termasuk Pemkab Bondowoso.

Sinung Sudrajad yang juga merupakan bagian dari pemerintahan menjawab pertanyaan tersebut. Sebagai DPRD, ia berupaya mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ada banyak potensi PAD yang belum tergarap maksimal, salah satunya sektor usaha kopi. Jika dikalkulasi dari angka produksi green bean saja, potensi PAD yang bisa diraup Pemda mencapai ratusan miliar rupiah per tahun,” ungkapnya.

Kemudian diskusi juga menyinggung perihal nasionalisme dan sejarah hari santri nasional (HSN). Menurut Sinung, ditetapkannya HSN tak lepas embrionya dari salah satu anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *