
damarinfo.com – Setiap hari, para jagal menyembelih puluhan sapi guna memenuhi kebutuhan pasar di Bojonegoro. Kendati demikian, fasilitas resmi seperti rumah pemotongan hewan (RPH) atau tempat pemotongan hewan (TPH) hanya mencatat sebagian kecil dari aktivitas tersebut. Realitas ini tentu menyuguhkan catatan krusial tatkala kita hendak membedah data produksi daging sapi di daerah.
Publikasi Statistik Pemotongan Ternak Provinsi Jawa Timur 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) merekam bahwa Bojonegoro mencatatkan 10.446 ekor sapi sembelihan sepanjang tahun 2025. Dari angka tersebut, pihak berwenang hanya mendata 1.017 ekor melalui RPH/TPH. Sementara itu, para pelaku usaha menyembelih 9.429 ekor sisanya di luar fasilitas resmi.
Selanjutnya, berdasarkan volume pemotongan di RPH/TPH serta rerata karkas per ekor, para analis memperkirakan produksi karkas Bojonegoro bertengger di angka 167,82 ton dalam setahun. Angka ini setara dengan kisaran 460 kilogram per hari. Oleh karena itu, angka tersebut secara spesifik merefleksikan produksi karkas murni dari fasilitas resmi, dan tentu belum mewakili keseluruhan total produksi karkas sapi di Bojonegoro.
Keberadaan RPH dan TPH memegang peranan vital sebagai instrumen pencatatan resmi rantai pasok ternak. Meskipun demikian, data BPS membongkar fakta bahwa para jagal di Jawa Timur tidak sepenuhnya memusatkan aktivitas pemotongan sapi di dalam fasilitas tersebut.
Sepanjang 2025, total sapi yang disembelih di seluruh penjuru Jawa Timur mencapai 377.579 ekor. Dari jumlah itu, hampir separuhnya—yakni 188.003 ekor—ternyata berlangsung di luar RPH/TPH.
Angka ini mengisyaratkan bahwa kita menuntut kejelian ekstra dalam memilah lokasi pemotongan saat memotret data peternakan. Ketersediaan unit RPH/TPH, baik yang aktif maupun non-aktif, sekadar memberikan gambaran kasar infrastruktur yang ada. Padahal, kapasitas produksi riil justru sangat ditentukan oleh volume pemotongan aktual dan bobot karkas rata-rata di lapangan.
Di Bojonegoro, geliat pemotongan sapi sepanjang 2025 menyentuh angka 10.446 ekor, atau jika kita merata-ratakannya mencapai 28,6 ekor setiap harinya.
Namun, komposisi sebarannya memperlihatkan jurang pemisah yang cukup tajam antara aktivitas di dalam dan di luar fasilitas resmi:
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber