
Kampung Warna-warni Jodipan menjadi salah satu destinasi wisata yang dikenal di Kota Malang, Jawa Timur. Berada di bantaran Sungai Brantas, kawasan ini memiliki ciri khas berupa rumah-rumah berwarna cerah yang menghiasi dinding, atap, hingga jalan setapak.
Sebelum dikenal sebagai tempat wisata, Jodipan merupakan permukiman yang terkesan kumuh. Perubahan wajah kawasan ini bermula dari gagasan delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2016 yang ingin memperbaiki lingkungan melalui pengecatan dan penataan kampung.
Sejarah Kampung Warna-warni Jodipan bermula pada 2016, saat delapan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMM mengerjakan tugas praktikum Event Public Relations.
Saat itu, Jodipan merupakan permukiman padat di bantaran Sungai Brantas dengan kondisi lingkungan yang kurang tertata. Mereka kemudian menggagas penataan kawasan melalui pengecatan rumah dan pembuatan mural untuk memperindah lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui program bertajuk Decofresh Warnai Jodipan dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sebesar Rp 200 juta dari PT Indana Paint.
Proses pengecatan dimulai sekitar Mei 2016 dengan melibatkan warga dan sejumlah pihak lainnya. Berdasarkan informasi di laman resmi UMM, sebanyak 90 rumah menjadi sasaran awal program penataan tersebut.
Rumah-rumah berwarna cerah dan mural membuat Kampung Jodipan memiliki daya tarik visual yang khas. Foto-foto kawasan ini kemudian menyebar melalui media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas.
Jodipan pun berkembang dari permukiman yang sebelumnya kurang dikenal menjadi destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan dari Malang maupun luar daerah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber