Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa lokasi di provinsi setempat mengedepankan upaya bersama, guna meminimalkan resiko dan dampak kepada masyarakat serta lingkungan.

Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat malam, mengatakan, seluruh pemangku kepentingan sesungguhnya telah menyatukan langkah supaya penanganan di lapangan berjalan optimal, mulai dari mitigasi hingga penanganan.

“Kita harus menyatukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” kata Khofifah.

Dia menyatakan, bahwa tahun ini karhutla melanda beberapa area di Jawa Timur, yaitu di di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno.

Berdasarkan data situasi dan sebaran karhutla di Jawa Timur, tercatat 184 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 11.449 hektare di 26 kabupaten. Kebakaran tersebut menyasar sejumlah kawasan pegunungan, di antaranya Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen.

Maka dari itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan elemen masyarakat menjadi kunci penting menguatkan mitigasi dan meminimalkan risiko serta dampak kejadian karhutla.

Khofifah membeberkan pelaksanaan penanganan karhutla di Jawa Timur telah dilakukan pelbagai upaya, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“OMC sudah kami lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung ljen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” ucap dia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *