
jatimnow.com – Empat siswa Sekolah Rakyat (SR) di Jember yang diduga menjadi korban kekerasan kini kembali bersekolah. Sementara itu, seluruh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang menjalani magang di sekolah tersebut telah ditarik sejak Kamis (22/10/2026) sore.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember, Sugeng Riyadi, mengatakan kondisi keempat siswa tersebut berangsur membaik setelah mendapatkan pendampingan.
Sebelumnya, Dinsos P3A melakukan asesmen awal dan pendampingan lanjutan untuk memantau kondisi fisik serta psikologis para korban.
“Alhamdulillah, sudah ada progres yang cukup baik. Adik-adik itu sudah bisa diajak komunikasi. Kondisi trauma dan fisiknya juga sudah mulai membaik,” kata Sugeng, Jumat (23/10/2026).
Menurut Sugeng, pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban untuk memastikan mereka mendapat dukungan selama proses penanganan kasus berlangsung.
“Kami melakukan pendekatan ke keluarga korban bahwa keluarga tidak sendiri, termasuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dinsos P3A Jember akan terus memantau perkembangan kondisi para korban, termasuk mengawal kebutuhan pendampingan hukum dan pemulihan trauma.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi para siswa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber