jpnn.com, SURABAYA – Isu suap dan penyekapan peserta Muktamar Ke-35 PBNU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026 kembali mencuat.

“Semua isu itu tidak benar. Sebagai peserta muktamar, saya tidak pernah menemukan soal uang suap itu. Juga isu penyekapan di asrama haji, itu hanya penampungan peserta muktamar yang datang duluan, sedangkan lokasi di pesantren belum siap,” kata Kiai Masduqi di Surabaya, Jumat.

Masduqi Toha juga menanggapi pernyataan Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur dalam sebuah siniar yang menyebut dugaan suap dengan sumber dana dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Nusron Wahid.

“Itu bukan suap, tetapi karena pengelola Asrama Haji Surabaya memang tidak mau dibayar secara transfer sehingga saya membawa uang tunai untuk pembayaran 800-an muktamirin yang menginap,” katanya.

Bantahan tersebut juga sejalan dengan penilaian Dewan Pers terhadap tayangan siniar Forum Keadilan TV yang memuat tuduhan Gus Lilur mengenai dugaan suap dalam Muktamar Ke-35 NU.

PT. Jaringan Pemberitaan Nusantara Negeriku
Graha Pena Jawa Pos Group Building, 11th floor
Jl. Raya Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan 12210
Phone : +62 21 5369 9607
Fax : +62 21 5365 1465

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *