
Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyambut baik kolaborasi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan Griffith University Australia dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah industri tahu.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mengatasi persoalan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat dan pelaku industri tahu di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Program ini diarahkan pada pengembangan proyek percontohan atau pilot project pengolahan limbah tahu yang mengintegrasikan upaya pengurangan pencemaran dengan pemanfaatan energi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Purwanto, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang tidak hanya memenuhi baku mutu lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat mewakili Bupati Jombang menerima kunjungan akademisi dan mitra kolaborasi di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Workshop Kolaboratif Pengelolaan Limbah Industri Tahu bertema From Research to Impact: Connecting CW-MFC Innovation with Industry, Government, and Community.
“Kami mewakili Bapak Bupati Jombang sangat menyambut baik kerja sama kolaborasi ini untuk menyelesaikan atau mencari solusi sekaligus menghasilkan kemanfaatan secara ekonomis,” ujar Purwanto.
Menurut Purwanto, persoalan limbah industri tahu di Desa Sawiji merupakan permasalahan yang telah berlangsung lama dan membutuhkan penanganan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pemkab Jombang juga membuka peluang kerja sama pengelolaan limbah dari sektor industri lainnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah limbah slag aluminium di Kecamatan Sumobito yang potensinya diperkirakan mencapai 240 ribu ton.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber