Jumlah titik panas di Jawa Timur turun dari 634 pada 16 Oktober menjadi 371 pada 23 Oktober 2026, dengan 342 berkategori sedang, 23 tinggi, dan 6 rendah.

Bondowoso mencatat konsentrasi tertinggi dengan 101 titik panas, disusul sejumlah wilayah lain seperti Probolinggo, Malang, dan Nganjuk berdasarkan data BMKG Jawa Timur.

BMKG menyebut wilayah utara Jawa Timur dan Madura sangat mudah terbakar pada 24–25 Oktober, serta mengimbau warga menghindari pembakaran terbuka dan melaporkan asap atau api.

Surabaya, IDN Times – Titik panas di Provinsi Jawa Timur mulai berkurang, Sabtu (24/10/2026). Dari yang sebelumnya pada pekan lalu mencapai 634, kini menjadi 371 titik.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, 371 titik tersebut di antaranya 342 ada di kategori tingkat kepercayaan hotspot sedang, 23 tinggi dan 6 rendah lima kabupaten dengan hotsopt terbanyak adalah Bondowoso dengan 101 titik, Probolinggo 35 titik, Malang 32, Probolinggo 29 dan Nganjuk 24 titik.

“FFMC (Fine Fuel Moisture Code) 24-25 Oktober menunjukkan kategori sangat mudah terbakar meluas di wilayah utara Jawa Timur dan Madura. Wilayah selatan lebih bervariasi, termasuk kategori rendah hingga tinggi,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan.

Ia menyebut, hotspot turun 29 titik atau 7.25 persen dari 400 pada 22 Oktober menjadi 371 pada 23 Oktober. Konsentrasi tertinggi di Bondowoso 101 Hotspot merupakan indikasi panas yang memerlukan verifikasi lapangan.

“Rekomendasi hindari pembakaran terbuka, tingkatkan patroli di wilayah rawan, segera laporkan indikasi asap atau api kepada petugas,” pungkas dia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *