
Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com – Perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda Sarjana ke-24 STIE Cendekia Bojonegoro, Jawa Timur, yang melepas 93 sarjana dari Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi dan Manajemen.
Prosesi wisuda berlangsung di Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Bojonegoro, Sabtu (24/10/2026). Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur Prasetijo, anggota Komisi C DPRD Suprapto, Ketua Yayasan Al Khairiyah M. Yasmani, pimpinan perguruan tinggi, orang tua wisudawan, serta mitra dan tamu undangan lainnya.
Ketua STIE Cendekia Bojonegoro, Nurul Mazidah, mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana. Ia menegaskan, pendidikan tinggi harus membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mandiri, menciptakan peluang, dan menghadirkan perubahan di lingkungan sekitarnya.
Menurut Nurul, STIE Cendekia berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dengan kepedulian sosial. Baginya, kewirausahaan tidak sebatas membangun usaha dan memperoleh keuntungan, melainkan juga menghadirkan solusi atas persoalan sosial.
“Kewirausahaan bukan semata-mata tentang bagaimana membangun usaha dan mencari keuntungan. Lebih dari itu, kewirausahaan harus mampu menghadirkan solusi-solusi bagi persoalan sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lulusan yang ingin dibentuk STIE Cendekia adalah pribadi yang mandiri dalam berusaha, berani menciptakan peluang, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Wirausahawan yang ingin kami lahirkan dari STIE Cendekia adalah mandiri dalam usaha, berani menciptakan peluang, dan memiliki hati untuk memberdayakan sesama,” papar Nurul.
Untuk mendukung pengembangan kampus, STIE Cendekia menjalankan sejumlah program kolaborasi, termasuk student mobility yang mengirim mahasiswa dan dosen untuk belajar ke luar negeri, seperti Vietnam dan Thailand. Kampus tersebut juga menggelar culture camp bekerja sama dengan ITS Surabaya selama tiga tahun terakhir.
Program culture camp itu telah menghadirkan pelajar dari 13 negara ke Bojonegoro. Selain mempertemukan beragam budaya dan memperluas wawasan, kegiatan tersebut bertujuan membangun persahabatan lintas negara sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
“Bukan hanya ingin membawa STIE Cendekia ke dunia internasional. Namun, kami juga ingin membawa Bojonegoro semakin dikenal oleh dunia. Kami ingin memperkenalkan budaya Bojonegoro, kearifan lokal, keramahan masyarakat dan potensi ke mahasiswa internasional yang datang berkunjung. Kami berharap ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing mereka tidak hanya mengingat kegiatannya yang dilakukan, tapi mereka bisa menceritakan apa yang ada di Bojonegoro,” urainya.
Ia berpesan agar para wisudawan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi dan belajar. Nurul berharap mereka berani menentukan masa depan serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Jika STIE Cendekia berani bermimpi membawa nama Bojonegoro ke dunia internasional, maka kalian juga harus berani membangun mimpi untuk masa depan,” tandasnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Yayasan Al Khairiyah, M. Yasmani. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan menjadi salah satu bekal penting untuk meraih kesuksesan. Karena itu, para wisudawan diharapkan terus mengembangkan potensi dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara.
“Pendidikan tidak menjamin orang menjadi sukses. Tapi orang-orang yang hebat, orang-orang sukses adalah orang-orang yang berpendidikan,” kata Yasmani.
Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kusnandaka Tjatur Prasetijo menyebut wisuda sebagai langkah awal bagi para lulusan untuk menentukan masa depan. Ia meminta mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus jeli melihat peluang yang tersedia.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bojonegoro itu juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
“Saya berpesan jangan berhenti untuk belajar, karena disrupsi terjadi sekarang ini. Literasi kita semakin lama semakin menurun, daya baca kita semakin lama semakin turun, tapi budaya komentar kita semakin lama semakin tinggi. Jika komentar kita tidak didukung dengan literasi yang baik, komentar kita menjadi tidak bermanfaat,” ucapnya.

Kusnandaka turut menyoroti peluang di sektor pertanian yang terhubung dengan berbagai bidang usaha lain. Menurutnya, sektor tersebut membutuhkan kemampuan manajerial, tata kelola, dan mekanisme manajemen yang kuat. Ia mengingatkan para lulusan agar mampu mengenali dan memanfaatkan peluang tersebut sebelum terlewat.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Dyah Sawitri, menyampaikan orasi ilmiah secara daring bertajuk “AI dan Masa Depan Perguruan Tinggi”. Ia menekankan pentingnya mahasiswa terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan di dunia industri maupun masyarakat.
“Kompetensi komunikasi, koordinasi dan kolaborasi itu sangat penting untuk kesuksesan. Para cendekiawan bisa menyampaikan ide-ide melalui lisan maupun tulisan untuk membangun Indonesia tercinta dan mewujudkan Generasi Emas,” tegasnya.
Dyah juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara cepat dan tepat untuk mendukung pengembangan keilmuan. Selain itu, lulusan perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menerapkan etika dan integritas, serta menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme.
“Mahasiswa juga harus mampu berpikir kritis dalam pemecahan masalah. Itu yang akan dicari untuk saat ini. Jadi, kompetensi, berpikir kritis, mampu mengimplementasikan etika dan integritas, bertanggung jawab, disiplin dan profesional. Itu yang dicari dunia industri dan masyarakat sekarang,” tandasnya. [feb/mad]
blokbojonegoro.com adalah portal media online di kabupaten Bojonegoro. Misi kami adalah menjadi portal media yang informatif, kritis, cerdas dan terdepan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber