SURYA.co.id, JOMBANG – Sebanyak 1.140 warga di Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menghadapi krisis air bersih akibat sumur dan sungai yang mulai mengering.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang menjadwalkan distribusi bantuan air bersih setiap dua hari sekali.

Setiap dusun memperoleh 10.000 liter air dalam sekali pengiriman untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sumber air belum pulih.

Kondisi ini membuat warga harus mencari cara alternatif untuk mendapatkan air, mulai dari menggali lubang di dasar sungai hingga membeli air isi ulang untuk kebutuhan konsumsi.

Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria atau Pepy, mengatakan setiap dusun menerima dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

“Setiap dusun mendapat dua tangki, masing-masing 5.000 liter. Jadi, totalnya 10.000 liter per dusun dalam sekali penyaluran,” ucap Pepy kepada Tribunjatim.com, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan pendataan BPBD Jombang, kekeringan di Desa Jipurapah berdampak pada 400 kepala keluarga (KK) atau 1.140 jiwa.

Rinciannya, Dusun Jipurapah dihuni 200 KK atau 540 jiwa yang terdampak, sedangkan Dusun Brangkal mencatat 200 KK atau 600 jiwa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *