TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Perpaduan baja berlapis krom dan kayu jati menjadi ciri khas motor kustom Pelor Angin. Berbasis Honda CB150R, motor garapan Ajies Sabara dari F.Art 32, Bangkalan, Madura, itu tampil dengan desain bergaya boardtracker yang terinspirasi dari motor balap era terdahulu.

Karya tersebut berhasil meraih penghargaan utama kategori Kustom Bike Show dalam Kustomfest 2026 bertajuk ‘High Octane’ yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10 hingga 11 Oktober 2026.

Pencapaian ini menjadi sorotan di tengah persaingan para builder dari berbagai daerah, sekaligus memperlihatkan bahwa karya dengan konsep dan pengerjaan khas mampu mencuri perhatian di panggung kustom nasional.

Salah satu daya tarik Pelor Angin terletak pada penggunaan kayu jati untuk tangki bahan bakar. Komponen yang biasanya menggunakan logam itu justru dibuat dari kayu yang telah melalui proses pengeringan selama kurang lebih tiga tahun.

Ajies menjelaskan, proses pembuatan tangki dimulai dengan membentuk mal sesuai desain yang diinginkan. Kayu kemudian dibelah menjadi dua bagian, sebelum sisi dalamnya dipahat hingga membentuk ruang penampung bahan bakar.

“Setelah membuat mal bentuk, itu baru kami belah menjadi dua. Setelah itu, kami pahat bagian dalamnya setipis mungkin sehingga bisa menampung bahan bakar satu liter,” jelas Ajies.

Setelah dipahat, kedua bagian kayu disatukan menggunakan campuran perekat. Bagian dalamnya kemudian dilapisi bahan khusus agar bensin tidak meresap keluar melalui pori-pori kayu.

“Ada bahan khusus yang digunakan, sehingga seperti menjadi besi atau kaca. Sehingga bensin itu tidak keluar,” ungkapnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *