Malem Tera’ Bulan menjadi salah satu agenda kebudayaan di Kabupaten Bangkalan yang menghadirkan beragam kesenian dan tradisi masyarakat. Kegiatan ini digunakan pelaku seni untuk memperkenalkan kebudayaan lokal sekaligus menjaga keberadaannya agar tetap dikenal.

Pertunjukan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Malem Tera’ Bulan tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga permainan tradisional dan kuliner lokal. Pelaksanaannya di sejumlah lokasi turut mempertemukan masyarakat dengan beragam budaya Madura.

Dalam beberapa penyelenggaraan, acara ini menghadirkan pertunjukan musik tradisional, tari, pencak silat, hingga permainan rakyat. Pada 2025, Malem Tera’ Bulan juga dikemas sebagai festival budaya melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Berikut ragam kesenian dan permainan tradisional yang pernah ditampilkan atau diperkenalkan dalam rangkaian Malem Tera’ Bulan di Bangkalan.

Ritual Hong Bahhong menjadi salah satu tradisi yang berkaitan dengan rangkaian Malem Tera’ Bulan pada 2026. Sebelum acara utama yang berlangsung pada 1 Mei 2026 di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, ritual tersebut dijadwalkan pada 30 April 2026 di rumah Kepala Desa Katol Barat, Kecamatan Geger.

Hong Bahhong merupakan tradisi turun-temurun yang masih dijaga oleh masyarakat di Kecamatan Geger. Tradisi ini diwariskan sejak masa Buju’ Massa, sosok yang diyakini sebagai penerima pertama ilmu Hong Bahhong, dan dilanjutkan oleh keturunannya hingga generasi ketujuh.

Bagi masyarakat setempat, Hong Bahhong bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang memuat nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan kepada leluhur. Ritual ini diyakini sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar menjaga keharmonisan hidup masyarakat.

Pelaksanaannya hanya dapat dilakukan di empat desa di Kecamatan Geger, yakni Desa Dhebung, Desa Lembung, Desa Katol Barat, dan Desa Nyonneng Laok. Prosesi dipimpin oleh keturunan Buju’ Massa dan disertai doa, sesaji, serta simbol-simbol tradisional.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *