
Jember, serayunusantara.com – Sebanyak 35.808 keluarga di 26 kabupaten dan kota Jawa Timur terdampak kekeringan hingga 22 Oktober 2026. Kondisi itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Jawa Timur di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/10/2026), dan dilaporkan BPBD Kabupaten Jember pada Sabtu (24/10/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember Zughrinada Wahyudi Hidayat mengatakan, daerah terdampak membutuhkan distribusi air bersih. “Data sampai 22 Oktober 2026 menunjukkan ada 26 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih. Masyarakat terdampak mencapai 35.808 KK,” katanya.
Penanganan masih perlu dilanjutkan karena musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga pertengahan November. Daerah diminta mempertahankan langkah antisipasi, memperbarui pendataan lokasi yang membutuhkan bantuan, serta memastikan distribusi air menjangkau masyarakat terdampak sesuai kebutuhan lapangan.
Rapat koordinasi juga membahas kebakaran hutan dan lahan. Hingga 22 Oktober, karhutla tercatat terjadi di 26 kabupaten dan kota dengan 184 kejadian. Luas wilayah yang terbakar mencapai 11.449 hektare, sementara sebagian daerah menghadapi keterbatasan anggaran maupun sarana pemadaman.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur menyampaikan perlunya dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah sarana udara untuk operasi pemadaman dengan water bombing ketika penanganan dari darat menghadapi keterbatasan.
Kepala BNPB mengapresiasi penanganan yang dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat. Munculnya titik panas di beberapa lokasi secara bersamaan ikut menjadi perhatian. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dipandang penting untuk mencegah pembakaran lahan yang dapat memperluas kejadian karhutla.
Selain menghadapi dampak kemarau, pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ketika musim hujan datang. Informasi BMKG tentang kemarau sampai pertengahan November menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menjaga layanan air bersih sekaligus menyusun kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim.
TNI Angkatan Darat menyatakan siap mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih melalui jajaran komando wilayah. Dandim dan Danrem akan membantu pendataan daerah yang membutuhkan pasokan. Dukungan dapat dilakukan dengan mengerahkan truk tangki dan water tank ke wilayah yang mengalami kesulitan air.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber