jatimnow.com – Komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) berkolaborasi dengan sastrawan Dewi Musdalifah menggelar pameran bertajuk Sastra Rupa: Ketika Puisi Berkawin dengan Rupa di Kabupaten Gresik.

Pameran ini berangkat dari dua buku puisi karya Dewi Musdalifah, yakni Kembara (2017) dan Sakau(2019). Melalui karya seni rupa, puisi-puisi tersebut diinterpretasikan ke dalam bahasa visual berupa warna, garis, tekstur, hingga figur.

Sebanyak 17 perupa Gasrug terlibat dalam pameran yang dibuka oleh pencinta seni asal Surabaya, Made Agus Sumantra, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 19.00 WIB.

Pameran berlangsung di Sualoka Hub I Loteng Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem Gang 3 Nomor 20, Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Gresik. Pengunjung dapat menikmati pameran tersebut hingga 24 November 2026. Acara pembukaan juga dimeriahkan pertunjukan seni oleh Kendati Chaos.

Ketua Gasrug, Yoni, mengatakan pameran ini menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati puisi. Karya sastra tidak hanya dibaca melalui kata-kata, tetapi juga dapat ditafsirkan melalui beragam pendekatan visual.

Menurutnya, setiap perupa memiliki kebebasan untuk menyerap gagasan, suasana, dan pengalaman dari teks puisi, kemudian mengolahnya menjadi karya dengan karakter masing-masing.

“Pameran ini bukan upaya menerjemahkan puisi menjadi gambar secara harfiah. Setiap perupa menyerap gagasan, suasana, dan pengalaman dari teks, lalu mengolahnya melalui bahasa visual masing-masing. Satu puisi pun dapat melahirkan banyak dunia, tanpa harus tunduk pada satu tafsir yang dianggap paling benar,” kata Yoni.

Salah satu perupa Gasrug, Aam Artbrow, menilai pameran ini menjadi ruang perjumpaan berbagai perspektif dan bahasa artistik. Puisi menjadi titik berangkat bersama, sedangkan perbedaan interpretasi justru memperkaya makna setiap karya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *