
Gresik – Bencana kekeringan masih berdampak pada 35.808 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Hingga Oktober 2026, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 34,6 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak musim kemarau.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Jawa Timur di Kota Batu, Jumat (23/10/2026), berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan penyaluran air bersih telah mencapai 6.884 ritase dengan total volume sebanyak 34.623.400 liter.
“Data sampai 22 Oktober 2026 menunjukkan ada 26 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih. Masyarakat terdampak mencapai 35.808 KK,” kata Zughrinada.
Penyaluran dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi warga di wilayah yang mengalami kekeringan.
Meski bantuan telah disalurkan dalam jumlah besar, puluhan ribu keluarga masih tercatat terdampak.
Karena itu, penanganan kekeringan perlu terus dilanjutkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber