MALANG, KOMPAS.com – Hujan yang mengguyur Kota Malang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir belum menandakan wilayah Malang Raya memasuki musim hujan.

Padahal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di kawasan tersebut baru terjadi pada Desember 2026.

Sejumlah kawasan di Kota Malang mulai diguyur hujan pada Sabtu (24/10/2026) sore. Hujan kembali turun di sejumlah wilayah pada Senin (26/10/2026), baik siang maupun menjelang dini hari.

Namun, hujan tersebut tidak serta-merta menandakan musim hujan telah dimulai. Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan bahwa hujan belakangan ini dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator Rossby.

“Secara sederhana, MJO merupakan pergerakan kumpulan awan hujan di wilayah tropis, sedangkan gelombang Rossby merupakan gelombang atmosfer yang memengaruhi pola angin dan dapat mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

“Apabila keduanya berada pada fase dan kondisi yang mendukung, peluang terbentuknya awan hujan di suatu wilayah dapat meningkat,” tambahnya.

Selain dinamika atmosfer tersebut, Jawa Timur juga menjalani Operasi Modifikasi Cuaca pada 24-29 Oktober 2026.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *