Pucuk pimpinan Polresta Banyuwangi resmi berganti dari Kombes Rofiq Ripto Himawan kepada Kombes Munarman Arta. Acara pisah sambut yang berlangsung penuh kehangatan, menegaskan komitmen penguatan sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi demi menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan kemitraan antara Pemkab dan Polresta Banyuwangi memiliki nilai strategis dalam mengawal pelayanan publik dan keamanan wilayah. Menurutnya, tantangan geografis Banyuwangi yang luas hampir setara dengan Pulau Bali dengan 25 kecamatan dan populasi mencapai 1,8 juta jiwa membutuhkan kehadiran kepolisian yang adaptif dan responsif.

“Kemitraan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Polresta memiliki makna yang sangat strategis. Bersama-sama kita diberi tugas untuk menjaga ketertiban, mendukung pelayanan publik yang berdampak bagi masyarakat, serta mengawal pembangunan daerah agar berjalan dengan baik,” ujar Ipuk, Senin (26/10/2026) malam.

Ipuk juga mengapresiasi dedikasi Kombes Rofiq Ripto Himawan selama 10 bulan bertugas di Bumi Blambangan, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga yang senantiasa mendukung pengabdian tersebut. Ia berharap pejabat baru dapat melanjutkan iklim kolaborasi yang sudah terbangun,terutama melalui semangat Tandang Bareng (kerja bersama) dalam menghadapi berbagai isu krusial.

“Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ sangat relevan. Menuntut kehadiran polisi yang adaptif, bergerak cepat, dan memberikan solusi atas masalah masyarakat, seperti perlindungan perempuan dan anak (PPA) serta pencegahan narkoba,” tutur Ipuk.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor ini terbukti mampu menekan angka kemiskinan Banyuwangi hingga 5,6 persen, menjadikan Banyuwangi sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Jawa Timur.

Sementara itu, Kombes Rofiq Ripto Himawan yang kini mengemban amanah baru sebagai Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat serta Forkopimda Banyuwangi. Dalam penyampaiannya, Rofiq menitipkan perhatian pada penanganan isu-isu sosial dari hulu ke hilir.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak datang begitu saja tanpa usaha. Diperlukan penyusunan SOP, tahapan perencanaan, serta komitmen yang konsisten. Polisi harus tetap terjaga agar masyarakat dapat beristirahat dengan tenang,” ungkap Rofiq.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *