
BMKG Juanda menyatakan hujan deras yang melanda hampir seluruh Surabaya pukul 18.30–23.00 WIB dipicu gangguan atmosfer, bukan karena wilayah ini telah memasuki musim hujan.
Gangguan gelombang atmosfer di Jawa Timur, didukung suhu, kelembapan, dan labilitas udara, memicu pertumbuhan awan hujan; di Surabaya juga tidak dilakukan operasi modifikasi cuaca.
Jawa Timur masih berada pada pertengahan musim kemarau, dengan musim hujan diperkirakan mulai Desember 2026. Suhu siang Surabaya dapat mencapai 36 derajat Celsius dan hujan berpotensi kembali turun.
Surabaya, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut hujan yang terjadi di Kota Surabaya karena adanya gangguan atmosfer. Saat ini, Surabaya belum memasuki musim hujan.
Pantauan IDN Times, hampir seluruh wilayah di Kota Surabaya hujan sejak pukul 18.30 WIB hingga 23.00 WIB. Hujan yang turun pun dengan intensitas cukup deras.
Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Bhilda Maulida mengatakan, saat ini Kota Surabaya dan sekitarnya belum memasuki musim hujan. Musim hujan akan mulai datang pada Desember 2026 nanti.
“Saat ini wilayah jawa timur belum dapat dikatakan masa peralihan musim karena angin timuran belum melemah,” kata dia, Selasa (27/10/2026). Di Surabaya juga tidak operasi modifikasi cuaca (OMC).
Hujan yang turun di Kota Surabaya disebankan karena adanya gangguan atmosfer. Gangguan atmosfer tersebut yang memicu munculnya gelombang awan hujan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber