Hujan mengguyur Kota Surabaya pada Senin (26/10) malam. Namun, BMKG Juanda menyebut hujan tersebut bukan disebabkan peralihan musim, melainkan adanya gangguan gelombang atmosfer.

Pantauan detikJatim, langit Surabaya diselimuti awan mendung sejak Senin (26/10) pagi hingga sore. Hujan kemudian mengguyur hampir merata mulai sekitar pukul 18.30 WIB hingga tengah malam.

Pada Selasa (27/10) pagi hingga siang, langit Surabaya masih mendung, tetapi belum turun hujan.

Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Bhilda Maulida mengatakan, hujan yang mengguyur Surabaya di tengah musim kemarau dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer di sebagian besar wilayah Jawa Timur.

“Sejak kemarin hingga hari ini terdapat gangguan gelombang atmosfer di Jawa Timur serta parameter lain seperti suhu, kelembaban dan labilitas udaranya juga mendukung untuk pertumbuhan awan hujan di Surabaya,” kata Bhilda, Selasa (27/10/2026).

Bhilda mengatakan, gangguan atmosfer terjadi akibat interaksi yang kompleks antara rotasi bumi, tekanan udara, perbedaan suhu udara dan pergerakan massa udara.

“Gangguan atmosfer ini mempengaruhi secara umum di wilayah jawa timur, terbentuk hujan atau tidaknya tergantung kondisi atmosfer skala lokal,” ujarnya.

Sampai saat ini, Jawa Timur belum masuk peralihan musim hujan dan masih di pertengahan musim kemarau. Perubahan suhu di Surabaya juga belum siginifikan, antara 26-36⁰C.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *