Banyuwangi (ANTARA) – Direktur Utama InJourney, Maya Watono menyatakan kesiapannya memberikan dukungannya kembali dalam penyelenggaraan agenda Gandrung Sewu pada tahun mendatang setelah pergelaran tari kolosal itu sukses digelar pada malam hari, pada Sabtu (24/10).

Pergelaran Gandrung Sewu 2026 telah mencetak sejarah baru, dan sejak digelar 2012, untuk pertama kalinya Gandrung Sewu digelar pada malam hari, aksi drone fireworks yang memadukan seni tari tradisi dengan teknologi pertunjukan dalam balutan menyala dalam gelap.

“Luar biasa, karena pertama kali digelar di malam hari dan juga pertama kali glow in the dark. Drone fireworks ini juga pertama kali di Indonesia, kami ingin menarasikan Banyuwangi di mata Indonesia dan dunia,” katanya dalam keterangan tertulis diterima di Banyuwangi, Selasa.

Menurut Maya, ide konsep malam hari muncul saat melakukan melakukan kunjungan ke lokasi acara, dan melihat potensi luar biasa dari tempat dan para penari, sehingga dipadukan dengan konsep yang memperkuat suasana magis pertunjukan.

“Kami rasa Gandrung Sewu cocok kalau diadakan di malam hari dengan konsep menyala dalam gelap,” ujarnya.

Maya memastikan InJourney siap untuk kembali mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu di tahun berikutnya.

“Pastinya InJourney siap mendukung, karena kami memiliki program InJourney Peduli Budaya dan ini adalah inisiatif kami mempreservasi budaya-budaya Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Gandrung Sewu 2026.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *