
JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran jaminan sosial ketenagakerjaan pada
SURABAYA – Kekurangan tenaga pendidik di Kota Surabaya menjadi sorotan Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, saat melakukan kunjungan individu pada masa reses melalui program Bu Reni Goes to School di SMP Negeri 23 Surabaya, kawasan Rungkut.
Dalam kunjungan tersebut, Reni menyoroti kebutuhan tenaga pendidik di Surabaya yang diperkirakan masih mengalami kekurangan sekitar 1.800 guru. Kondisi ini dinilai perlu segera mendapatkan perhatian agar tidak mengganggu kualitas dan efektivitas proses pembelajaran di sekolah.
Kepala SMPN 23 Surabaya, Mas’ulah, mengungkapkan bahwa keterbatasan tenaga pendidik berdampak langsung terhadap pembagian tugas mengajar. Bahkan, satu guru harus mengampu hingga tiga mata pelajaran sekaligus. Sementara itu, jumlah guru agama di sekolah tersebut kini hanya tersisa satu orang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekurangan guru bukan sekadar menyangkut pemenuhan jumlah tenaga pendidik, melainkan juga pemerataan dan keberlangsungan layanan pendidikan yang berkualitas.
Menanggapi persoalan itu, Reni menegaskan bahwa kekurangan guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Beban mengajar yang berlebihan berpotensi menguras tenaga pendidik dan menghambat optimalisasi pembelajaran bagi siswa.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru perlu menjadi perhatian serius agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan setiap mata pelajaran dapat ditangani oleh tenaga pendidik sesuai kompetensinya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber