
Kampung Peneleh merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kawasan ini menyimpan jejak perkembangan kota pada masa lampau sekaligus memiliki kaitan erat dengan sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Salah satu jejak sejarah yang masih dapat ditelusuri adalah rumah H O S Tjokroaminoto. Kediaman tokoh pergerakan nasional tersebut pernah menjadi tempat tinggal sekaligus ruang bertukar gagasan bagi para aktivis muda, termasuk Soekarno saat remaja.
Keberadaan rumah tersebut menjadikan Kampung Peneleh sebagai salah satu kawasan penting untuk mengenal sejarah pergerakan nasional dan perkembangan pemikiran kebangsaan di Indonesia.
Peneleh merupakan kelurahan di Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Kawasan ini dikenal dengan julukan Kampung Bapak Bangsa karena berkaitan dengan kehidupan sejumlah tokoh nasional, di antaranya H O S Tjokroaminoto, Soekarno, dan Roeslan Abdulgani.
Kampung Lawang Seketeng, yang juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Surabaya, berada di kawasan ini. Lokasi Kampung Peneleh cukup strategis karena berdekatan dengan Balai Kota Surabaya dan Monumen Tugu Pahlawan.
Secara administratif, Kelurahan Peneleh mencakup empat kawasan perkampungan, yaitu Peneleh, Plampitan, Jagalan, dan Pandean, yang letaknya saling berdekatan. Jarak kawasan ini ke pusat pemerintahan Kecamatan Genteng sekitar 1,7 kilometer.
Nama Peneleh dipercaya berasal dari kata Pinilih, yang merujuk pada Pangeran Pinilih, putra Wisnuwardhana dari Kerajaan Singasari. Ia disebut pernah diangkat sebagai pemimpin di kawasan permukiman yang berada di tepian Sungai Kalimas.
Sejarah Peneleh juga berkaitan dengan perjalanan Sunan Ampel atau Raden Rahmat menuju kawasan Ampel, yang konon pernah singgah di wilayah tersebut. Dalam persinggahan itu, Sunan Ampel disebut mendirikan sebuah masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Jami’ Peneleh.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber